Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”
-
Hari 300: Sampai Hari 300
Yeah, alhamdulillah. Apa yang saya lakukan setiap hari akhirnya sampai juga di hari ke-300. Waktu mulai, saya sebenarnya tidak pernah membayangkan series ini akan berjalan sepanjang ini. Tidak ada stok tulisan untuk 30 hari. Tidak ada satu malam khusus untuk membuat banyak konten lalu tinggal dijadwalkan. Justru dari awal aturannya sederhana: setiap hari, tulis sesuatu…
-
Hari 299: Planning Butuh Recovery
Saya termasuk orang yang mungkin tidak selalu all good prepared. Dan setiap kali ada sesuatu yang miss ketika dijalankan, saya baru sadar bahwa hal kecil yang tidak disiapkan di awal ternyata bisa mendorong banyak hal ke belakang. Waktunya molor. Ada barang yang tertinggal. Ada sesuatu yang tidak sesuai plan. Lalu yang tadinya harusnya sederhana menjadi…
-
Hari 298: Sales Itu Sebuah Proses
Setelah berminggu-minggu, akhirnya selesai juga buku ke-33 dari target 52 buku. Kali ini Sales 101 dari Wendy Connick. Kesan saya setelah selesai membacanya: buku ini seperti dibuat dengan cara memetakan semua aktivitas sales dari awal sampai akhir, lalu setiap aktivitas dipecah lagi berdasarkan problem yang mungkin muncul dan bagaimana cara menghadapinya. Runut sekali. Tidak cuma…
-
Hari 297: Kontrol Diri, Baca Situasi
Hari Sabtu. Waktunya nonton bola. Akhirnya tim yang saya dukung menang juga. Tapi kalau dilihat dari permainannya, rasanya belum terlalu menjanjikan. Menangnya juga cukup terbantu karena lawannya memang sedang tidak perform. Dari situ saya jadi kepikiran satu hal. Kita memang sering diajarkan untuk fokus kepada hal-hal yang bisa kita kontrol. Dan menurut saya itu benar.…
-
Hari 296: Jangan Takut Klarifikasi
Hari ini saya belajar satu hal tentang komunikasi antara atasan dan bawahan. Ternyata ucapan yang menurut kita biasa saja bisa dimaknai sangat berbeda oleh orang lain. Mungkin ini memang masalah komunikasi. Tapi di sisi lain, menurut saya ada juga faktor mentality. Ketika seseorang berbicara dengan orang yang punya kedudukan atau power lebih tinggi, bisa muncul…
-
Hari 295: AI Juga Harus Ringkas
Hari ini saya kepikiran sedikit tentang AI. AI itu memang pintar. Pintar berkata-kata. Pintar merancang. Pintar membuat struktur. Pintar bikin dashboard. Pintar bikin tabel. Pintar bikin pilihan. Masalahnya, kadang-kadang dia juga terlalu banyak. Kita tanya sesuatu yang sebenarnya sederhana, jawabannya bisa panjang sekali. Kita minta satu hal, keluarnya lima alternatif. Kita minta dashboard sederhana, jadinya…
-
Hari 294: Ownership Butuh Ruang
Hari ini saya mencoba mempelajari masukan-masukan yang diberikan oleh karyawan. Di perusahaan, kami memang punya satu sesi khusus di mana karyawan boleh memberikan masukan dan saran. Bisa tentang bisnis. Bisa tentang budaya. Bisa tentang apa pun yang menurut mereka perlu diperbaiki. Alasan saya sebenarnya sederhana. Kalau seseorang punya kepentingan terhadap sesuatu, harusnya dia juga punya…
-
Hari 293: Inovasi Butuh Waktu
Hari ini saya belajar satu hal yang sebenarnya cukup sederhana: tidak semua inovasi langsung bisa menembus pasar yang luas. Kadang ketika sesuatu baru muncul, semua orang antusias. Ramai dibicarakan. Terlihat seperti akan mengubah semuanya. Tapi setelah itu market-nya belum tentu langsung ketemu. Belum tentu bisa dipakai banyak orang. Belum tentu orang paham cara memanfaatkannya. Beberapa…
-
Hari 292: Kerja Juga Harus Menyenangkan
Hari ini kami main game di kantor. Bukan game online. Tujuannya sederhana: bonding. Biar ada interaksi, ada sesuatu yang dilakukan bersama, dan ada ruang selain kerjaan. Tapi seperti banyak hal lain, sesuatu yang kelihatannya cuma bermain-main sebenarnya tetap bisa punya pembelajaran. Bahkan kadang dari situ justru kelihatan banyak hal yang tidak muncul saat orang hanya…
-
Hari 291: Budaya Keluarga Itu Berbeda
Kalau kita lihat lebih dekat, menurut saya setiap keluarga pasti punya budaya. Mau keluarga besar atau kecil. Mau tinggal bersama terus atau harus terpisah jarak. Mau kedua orang tuanya bekerja, salah satunya bekerja, atau memang banyak menghabiskan waktu bersama anak. Semuanya pasti membentuk kebiasaan, value, dan cara berinteraksi yang berbeda. Makanya menurut saya kita perlu…
Mau baca jawaban saya? tanya saja.